4 Cara Penulisan Kalimat yang Salah Pada Blog

4 Kalimat Salah Dalam Penulisan Artikel Blog
Dalam menulis artikel blog, tentunya dibutuhkan beberapa pengetahuan mengenai cara penulisan artikel yang baik, enak dibaca, SEO friendly, dan nyaman bagi pengunjung.

Mungkin sudah banyak orang yang berbagi tentang cara penulisan artikel yang baik untuk blog. Nah, pada posting berikut ini kami justru akan membagikan kepada Anda tentang cara penulisan kalimat yang kurang tepat pada artikel blog. Apa saja itu? Mari simak penjelasannya di bawah ini!

Baca juga: Niche atau Topik Blog yang Kurang Tepat untuk Dipasang Adsense

1. Kalimat yang Mutar-muter dan Bertele-tele

Kalimat seperti ini, ciri utamanya ialah kalimat yang panjang, banyak koma, dan membingungkan. Siapa mengerjakan apa, cara bagaimana menghasilan apa, kapan dan di mana mengerjakannya, membingungkan dan sulit untuk dipahami pembaca.

Contoh kalimat:
Saya pernah mendengar Ayah bilang pada Kakak bahwa meskipun kebakaran tersebut tidak terjadi, perusahaan tempat Ayah bekerja tetap mengalami ancaman bangkrut dan Ayah tidak pernah bilang apapun padaku bila ternyata ada sejumlah orang yang saling bekerja sama memakai dana perusahaan padahal orangnya telah tertangkap walaupun uang tersebut sudah tidak bisa kembali atau entahlah… Aku tidak tahu masalah-masalah begitu.

Bagaimana, pusing kan? Bagi yang sering menulis dengan model tulisan seperti itu sebaiknya segera edit kembali tulisan-tulisan Anda.

Disarankan sebaiknya Anda lebih persingkat lagi penulisan kalimatnya, atau pecah kalimat seperti contoh di atas menjadi dua kalimat atau lebih.  Biar pembaca lebih mudah mencerna inti dari isi blog Anda.


2. Kalimat yang Bikin Bosan Pembaca

Biasanya, kalimat seperti ini ditandai dengan kalimat yang berisi kata diulang-ulang terus. Artikel blog seperti ini akan membuat pembaca bosan dan kemungkinan besar tidak akan kembali ke blog Anda untuk membaca update postingan lainnya.

Contoh kalimat:
Raline Shah itu cantik. Raline Shah juga baik dan ramah pada semua orang. Kata orang Raline Shah berjiwa sosial tinggi.

Bentuk kalimat tersebut akan membuat pembaca bosan. Alangkah lebih baik bila kalimatnya diubah menjadi seperti ini:

Selain cantik, Raline Shah juga baik dan ramah pada semua orang. Dan lagi, ia juga berjiwa sosial tinggi.

Bagaimana, lebih enak dibaca bukan?


3. Kalimat Dengan Pemborosan Kata-kata

Kalimat seperti ini biasanya ditandai dengan adanya 2 kata atau lebih yang bermakna sama alias “ber-sinonim”.

Contoh kalimat:
Pemerintah membangun bendungan agar untuk masyarakat tidak kesulitan bercocok tanam ketika kemarau.

Pada contoh kalimat di atas, kata “agar” memiliki makna sama dengan “untuk”. Jadi, bukankah mubadzir bila Anda menulis seperti itu?

Maka, mari kita berhemat dalam penggunaan kata-kata agar pembaca lebih mudah menangkap maksud dari kalimat yang kita sampaikan.


4. Kalimat yang Rancu dan Salah Kaprah

Kalimat yang rancu dan salah kaprah dapat membuat pembaca bingung dan salah dalam mengartikan maksud yang hendak disampaikan pada kalimat tersebut.

Kalimat seperti ini biasanya ditandai dengan penempatan tanda baca yang kurang pas sehingga sulit dipahami dan menimbulkan multitafsir.

Contoh kalimat:
Rian menghela napas wanita, yang begitu dirindukannya kini tertidur lelap di dalam sana.

Duh, ini maksudnya gimana ya? Masa, si Rian menghela napas wanita? Siapa yang tertidur di dalam sana?

Oleh sebab itu, bagi Anda yang hendak menulis artikel blog, setidaknya pahami dulu berbagai hal tentang KBBI.

Banyak-banyaklah membaca! Baca apa saja, artikel, buku, novel, dan sebagainya. Dengan semakin banyak membaca akan makin paham juga kita tentang cara penulisan sebuah kalimat yang baik, benar, dan dapat menarik pembaca.

Sekian posting dari kami, semoga bermanfaat.

Sumber:
http://www.kompasiana.com/meiaw/empat-kalimat-musuh-editor_565ff8916c7e61f006dece8d


Related Posts

4 Cara Penulisan Kalimat yang Salah Pada Blog
4/ 5
Oleh