7 Langkah Keuangan Mengatasi Kebangkrutan

Kita mungkin pernah mendengar atau mengalami sendiri ketika harta yang kita miliki hanya tinggal tersisa uang dikantong.

Di zaman sekarang, hal itu mungkin saja terjadi pada siapa saja termasuk menimpa diri kita. Itulah mengapa beragam iklan asuransi sangat gencar dalam mempromosikan perlindungan terhadap diri kita, keluarga, atau harta benda yang kita miliki.

Hal yang akan dibahas pada posting kali ini ialah ketika kesulitan ekonomi sedang menimpa pada kita, dan terjadi begitu mendadak.

Baca juga: 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Orangtua Tunggal

Situasi tersebut mungkin saja terjadi entah dikarenakan sedang terkena musibah, bencana, tindak kejahatan, atau mungkin usaha yang telah kita bangun selama bertahun-tahun tiba-tiba saja bangkrut, dan harta yang kita miliki hanya tersisa pada apa yang ada di kantong.

Itulah sebabnya penting sekali Anda untuk memiliki dana darurat. Namun, masalah menjadi rumit ketika dana darurat yang sedang Anda persiapkan ternyata belum mencukupi dan tiba-tiba Anda terkena musibah.

Ibarat Anda menekan tombol RESET pada keuangan, namun harus memulainya kembali dari minus, bukan dari nol, karena Anda sudah memiliki pengeluaran harian yang lebih besar dibandingkan saat Anda masih muda dulu.

Nah, berikut ini kami akan berbagi mengenai langkah-langkah yang harus Anda lakukan ketika mengalami ‘kebangkrutan’ dan tidak memiliki cukup tabungan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Pertama, Anda harus paham bahwa saat ini sedang dalam kondisi darurat. Segera buat daftar skala prioritas pengeluaran, penuhi hanya kebutuhan utama, dan pangkas semua kebutuhan yang tidak begitu penting, seperti misalnya internet, TV berlangganan, atau yang lainnya.

Kedua, amankan alur kas Anda. Bila dihitung-hitung Anda sudah tidak dapat bertahan dengan dana yang ada, cari pinjaman ke kerabat (orantua maupun saudara) atau teman dekat.

Bila terpaksa, Anda bisa memilih opsi untuk mengajukan pinjaman berbunga. Namun, harus diingat bahwa uang tersebut merupakan hutang yang wajib dikembalikan saat waktunya tiba (jatuh tempo).

Ketiga, ketika alur kas Anda sudah dirasa cukup aman, carilah cara agar uang tersebut bisa menjadi produktif.

Mulai usaha kecil-kecilan untuk menambah penghasilan, setidaknya bisa untuk menyicil hutang Anda (bila ada).

Keempat, cari pekerjaan tambahan. Tidak harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan, bila perlu tak masalah bila pekerjaan tersebut bersifat semi formal. Asalkan dapat dengan cepat menambah penghasilan.

Kelima, bila Anda sebelumnya telah berhutang untuk mengamankan alur kas pribadi, maka utamakan pelunasan hutang tersebut.

Semakin cepat lunas, maka akan semakin baik. Carilah strategi untuk melunasi hutang tersebut, bukan malah mencari strategi untuk berkelit dari hutang.

Bila Anda memiliki lebih dari satu tempat berhutang, maka prioritaskan untuk melunasi hutang yang bunganya paling besar.

Keenam, jangan lupa untuk menabung ketika kondisi keuangan Anda sudah mulai membaik. Perlahan tapi pasti, kumpulkan kembali dana darurat dan sedapat mungkin kurangi risiko agar pengalaman yang tidak mengenakkan ini terulang kembali.

Ketujuh, apabila kondisi keuangan bisa dikatakan telah sehat atau bahkan berkembang, jangan lupa untuk beramal dan membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan keuangan.

Anda tentu sudah tahu bagaimana rasanya berada dalam kondisi keuangan yang sulit, maka bantulah mereka semoga akan menambah berkah dari harta yang Anda miliki saat ini.

Ingatlah bahwa roda kehidupan selalu berputar, ada saatnya Anda berada di atas dan suatu saat nanti akan tiba masanya ketika Anda berada di bawah.

Sumber:
http://blog.ngaturduit.com/uang-di-kantong/


Related Posts

7 Langkah Keuangan Mengatasi Kebangkrutan
4/ 5
Oleh